Belajar Dari Pertemanan

Belajar Dari Pertemanan

Aku sangat bersyukur karena, aku memiliki banyak teman dimanapun aku berada, bahkan mereka bukan hanya teman tapi sahabat bahkan saudara. Sungguh luar biasa hidup ini.

Dari mereka aku belajar banyak hal tentang pelajaran hidup, bagaimana mengetahui sifat dan karakter mereka yang unik (berasa jadi anak psikolog :D)

Banyak hal yang aku pelajari dari pertemanan yang pernah aku jalani, jadi aku ingin membagikannya sebagai pengingat. I hope it blesses you guys ๐Ÿ™‚

  1. Teman datang dalam hidupku dengan tiga cara yaitu untuk suatu ALASAN, MUSIM, dan SEUMUR HIDUP. Teman yang datang suatu alasan biasanya untuk mengingatkan atau ngajarin aku akan sesuatu, tapi kemungkinan besar takkan bertahan selamanya. Kenapa? Karena suatu alasan pasti untuk suatu tujuan. jika tujuan mereka ada dalam hidup aku udah selesai, mereka pasti bakalan pergi.
    teman yang datang karena MUSIM, biasanya akan pergi juga. Misalnya nih, sekarang kan lagi musimnya game PUBG, pasti banyak dong yang bikin squad, clan dan lain lain, jika kamu pemain PUBG pasti kamu bakalan nyari teman yang main juga, bikin grup WA biar bisa main bareng. Tapi kalo nantinya game PUBG ini udah ga banyak yang main termasuk teman teman di grupmu, pasti grupmu di wa bakalan sepi dong, teman โ€“ temanmu akan menjalani hidup mereka juga dan bakalan sibuk pastinya, jadi yah kurang lebih kayak gitu maksudnya. Wkwkwk
    nah, untuk teman seumur hidup yang pastinya yang bakalan nemenin aku sampai jadi putih rambutku. I think you know what i mean ? ๐Ÿ˜‰
  2. Jangan berharap terlalu banyak dari orang lain. ketika kamu punya teman yang selalu ada buat kamu, dengerin keluh kesahmu, itu udah cukup kok. Tapi ingat lakukan hal yang sama untuk dia (PR banget sih ini). Jika kamu ngerasa terlalu sibuk untuk dengerin keluh kesahnya dia, berarti kamu yang gak pantas buat jadi temannya. GO AWAY !!!
    kita harus belajar untuk saling mengerti satu sama lain, jangan Cuma mau di ngertiin, giliran temannya pergi, baru nyesel. Huh dasar … (nunjuk diri sendiri).
  3. Jika suatu hari temanku pergi dari hidupku, langkah terbaik yang bisa aku lakukan adalah membiarkannya. Karena semua orang pasti punya dunia mereka sendiri, kita harus memaklumi itu.

Teman sejati adalah orang yang akan mempelajari kelebihan dan kelemahanmu, dan masih akan tetap mencintaimu apa adanya dirimu. Dia memenangkan hatimu, membantu dan melihat kamu sembuh dari segala luka, kemudian melihatmu tumbuh, dan ikut bahagia ketika kamu berdampak pada kehidupanmu sendiri. (AES)

Jangan berada dalam pertemanan yang secara mental, emosional, fisik, dan spiritual tidak sehat untuk kita. Sekian

This Post Has 4 Comments

  1. Mau tambahin nih kak, perihal perkelahian dalam pertemanan/persahabatan itu biasa dan keterbukaan dalam persahabatan itu sangat diperlukan. Jadi, ngga sedikit pertemanan/persahabatan hancur yang disebabkan oleh tidak adanya keterbukaan antarsahabat, i mean yahh ‘gengsi-gengsi malapetaka’ sih, karena menurutku kalo kita udah jadi sahabat harusnya kita lebih enak aja saling koreksi tapi sayangnya kadang ada pihak yang ga mau dikoreksi atau pura-pura yang ujung-ujungnya malah bikin semuanya makin rumit. intinya balik lagi sih, ‘lu mau persahabatan lu baik-baik aja ga?’
    That’s it, overall aku suka tulisanmu beb! Love XOXO ๐Ÿ™‚

    1. Iya masuk akal sekali kak. Ada pepatah yang bilang “keterbukaan adalah awal pemulihan”. Yuk, kalo kita punya masalah sama teman atau sahabat kita, ayo di bicarakan.jangan lupa, saling memaafkan โ™กโ™กโ™กโ™ก

  2. Teman itu ada 2 macam ya mba, teman kualitas dan teman formalitas. Dua-duanya mengisi hidup kita, hehe.

Leave a Reply